Perum Citra Harmoni 3 – Magelang

Sekilas Mengenai Perum Citra Harmoni 3 :
Perum Citra Harmoni 3 adalah perumahan baru yang dibuka di daerah Mertoyudan Magelang dengan 235 unit pada tahap pertama dari total keseluruhan 1000 unit. Terdiri dari 3 tipe bangunan rumah dan 1 tipe bangunan Rusa, 30 m², 36 m² dan 45 m² dengan luasan tanah bervariasi mulai dari 60 meter sampai dengan >120 meter. Lebih dari 100 unit sudah terbangun. Selain itu lokasi perumahan ini juga tidak jauh dari Pusat Kota Magelang serta Hanya 30 menit menuju Yogyakarta.

Kelebihan Citra Harmoni 3 :
• 30 menit dari Yogyakarta
• Jalan Beton
• CCTV 24 Jam
• 10 menit ke Artos Mall
• 10 menit ke Pusat Kota
• Spesifikasi & Kualitas Terjamin

Spesifikasi Rumah Tipe 30 :
• 2 Kamar Tidur + 1 Kamar Mandi
• Pondasi Plat Beton
• Beton Bertulang
• Dinding Batu Bata
• Lantai Keramik
• Kusen Beton
• Plafon Eternit
• Atap Baja Ringan
• Genteng Lokal
• Air Artetis
• Listrik 1300 watt

Spesifikasi Rumah Tipe 36 :
• 2 Kamar Tidur + 1 Kamar Mandi
• Pondasi Batu Kali
• Beton Bertulang
• Dinding Batu Bata
• Lantai Keramik
• Kusen Alumunium
• Plafon Eternit
• Atap Baja Ringan
• Genteng Flat Beton
• Air Artetis
• Kloset duduk
• Listrik 1300 watt

Spesifikasi Rumah Tipe 45 :
• 2 Kamar Tidur + 1 Kamar Mandi
• Pondasi Batu Kali
• Beton Bertulang
• Dinding Batu Bata
• Lantai Keramik
• Kusen Alumunium
• Plafon Gypsum
• Atap Baja Ringan
• Genteng Flat Beton
• Air Artetis
• Kloset duduk
• Listrik 1300 watt

Google maps :
https://goo.gl/maps/71v37YkwHBS2

Pricelist bisa didownload di link ini :

http://arum-mandiri.com/wp-content/uploads/2020/02/Pricelist-Terbaru-CH3-Januari-2020.jpg

Bagi peminat serius dapat mengubungi marketing kami :
MARKETING
0856 0070 0480 (Indosat)
0822 2700 0760 (Telkomsel)

Keterangan :
1. Harga Sudah Termasuk
a. Biaya Sertifikat HGB a/n Pengembang
b. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
c. PPN (selain tipe 30)

2. Harga Belum Termasuk
a. Biaya Proses KPR (Semua Type)
b. Biaya Balik Nama
c. Pajak pemerintah yang muncul di kemudian hari
d. Kelebihan Tanah
e. Biaya Pasang Listrik & Air
f. Kavling Pojok
g. Hadap Taman

3. Membayar Booking Fee

4. Uang Muka Ke-1 paling lambat 1 (Satu) minggu setelah Booking Fee dan sisanya dapat diangsur maksimal 2 (Dua) bulan berikutnya atau sebelum akad kredit harus sudah melunasi Uang Muka, kelengkapan dokumen persyaratan paling lambat 14 hari dari booking fee, selebihnya dianggap mengundurkan diri / pembatalan

5. Harga spesifikasi sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu

6. Besarnya Uang Muka, suku bunga, subsidi, dan angsuran KPR Realisasi dapat berubah tergantung   ketentuan bank.

7. Pindah kavling atau Ganti Nama Pemesan setelah Tanda Jadi dikenakan Biaya untuk Rumah Rp 1.000.000,- dan menggunakan harga terbaru.

8. Jika plafond kredit yang disetujui Bank penyalur KPR lebih kecil dari perkiraan KPR dalam Brosur ini, maka konsumen harus melunasi tambahan uang muka.

9. Jika terjadi pembatalan, booking fee tidak dapat dikembalikan, uang muka yang telah dibayar dipotong 25% dan dikembalikan setelah kavling terjual, apabila pembatalan disebabkan karena KPR ditolak oleh bank, uang muka dikembalikan 100% setelah kavling terjual KECUALI BOOKING FEE

10. Booking Fee belum termasuk harga jual.
Pertanyaan :
1. Dimana tuh lokasinya?
A: Lokasinya di Bondowoso Mertoyudan Magelang, Banyak Plang Petunjuk arah untuk ke lokasi, ikuti aja. Nih link untuk buka di google maps https://goo.gl/maps/71v37YkwHBS2

2. DP berapa?
A: Tipe 30 DP Cuma 6,15 juta, belum termasuk biaya lain-lain lho ya.. DP mungkin saja perlu lebih besar jika ternyata penghasilan anda menurut Bank tidak mencukupi. Penghasilan ideal minimal sebesar 2,5 kali lipat dari besaran cicilan. Misal cicilan rumah senilai 780 ribu perbulan artinya penghasilan ideal pemohon KPR miniml di 780 ribu x 2.5 = 1.95 juta. Jadi, gaji 2 jutaan udah bisa dapet rumah nih.

3. Kalau Gajinya dibawah persyaratan gimana?
A: Tetap bisa ajukan KPR namun DP nya jadi harus nambah lagi. Besar penambahan DP tergantung dari besaran penghasilan anda nanti kita bantu hitungkan. semakin kecil penghasilan dari yang di syaratkan Bank semakin besar DP yang perlu anda siapkan.

4. Selain itu apa ada syarat lainnya?
A : Untuk rumah tipe 30 (subsidi) harus merupakan rumah pertama dan belum pernah memiliki rumah sebelumnya atau KPR di bank lain. Kalau tipe selain tipe 30 tidak harus rumah pertama.

5. Jadi yang perlu saya bayar apa saja di awal?
A: Booking Fee 1 juta, ditambah DP 6.5 juta Balik nama 1,5 juta, Pajak Pemerintah, Pemasangan Listrik & Air 2,8 juta, Kavling pojok (jika ada), Hadap Taman (jika ada), Kelebihan tanah (jika ada)

6. Apakah pengajuan KPR saya Pasti di setujui?
A : Belum Pasti di setujui.. Ada proses BI checking, analisa data penghasilan dll.. yang punya wewenang menyetujui dari pihak Bank. kalau seumpama ditolak bank, uang yang sudah masuk, kita kembalikan 100% kok. tp tidak termasuk booking fee

7. Berapa lama proses pengumpulan berkas?
A : Maksimal 1 minggu setelah booking fee.

8. Kapan saya bisa menempati rumah saya?
A : Untuk unit yang sudah terbangun bisa di tempati setelah akad KPR. Sedangkan untuk unit yang belum dibangun bisa memakan waktu maksimal 3 bulan sambil bisa dicicil uang muka dan melengkapi pemberkasan.

9. Berarti setelah kita akad kredit langsung nyicil rumah?
A: Betul, cicilan sudah mulai berjalan setelah akad kredit.

10. KPR nya dengan bank apa saja?
A: Bank BTN dan Bank BTN Syariah

11. Kantor Pemasaran dimana?
A: 1. Di Swalayan Gardena di alun-alun Kota Magelang
2. Perum Citra Harmoni 3 Blok Tulip no. 11. Mertoyudan Magelang

petalokasi ch3

 

Jurus Berhemat Memilih Hunian Bagi Kelas Menengah dan Bawah

Program rumah murah telah diluncurkan oleh Presiden Jokowi. Hanya tinggal menunggu realisasinya saja. Perlahan tapi pasti program rumah murah ini pasti akan banyak diserbu oleh karyawan yang memiliki penghasilan pas-pasan. Pasalnya, harga rumah saat ini baik rumah tapak maupun apartemen terlalu tinggi dan jauh dari kantong para karyawan kelas bawah dan menengah. Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan para karyawan tersebut untuk memiliki hunian.

1. Memilih apartemen murah dan rusunami

Apabila Anda tergolong karyawan kelas menengah dan bawah yang sedang mencari rumah bisa memilih apartemen murah dan rusunami. Memang apartemen dan rusunami ini lokasinya tak berada tepat di pusat kota namun masih terjangkau. Misalnya saja, saat ini banyak dipasarkan apartemen murah dengan harga berkisar Rp 300 juta hingga Rp 600 juta di dalam kota Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Apartemen atau rusunami tersebut umumnya berada di dalam kota, meskipun bukan di lokasi premium, tetapi dekat dengan pusat aktivitas sehari-hari. Contohnya De Green Pramuka, Basura City, Teluk Intan, Taman Melati Margonda, Pancoran Riverside, dan lain-lain.

2. Uang mukanya bisa dicicil

Setelah Anda selesai memilih lokasi yang tepat untuk hunian Anda, maka langkah selanjutnya adalah mencari rusunami dan apartemen murah yang uang mukanya bisa dicicil. Kebutuhan Anda tentu bukan hanya terpaku pada pembelian hunian saja. Masih banyak kebutuhan sehari-hari yang harus Anda penuhi.

Sudah pengembang menawarkan kemudahan dalam pembayaran uang muka. Biasanya, uang muka sebesar 30 persen ini bisa diangsur enam kali atau 12 kali tanpa bunga. Meski hal tersebut merupakan strategi marketing pengembang untuk memikat konsumen, namun tak salah bila dicoba. Uang muka yang diangsur dapat meringankan beban pengeluaran konsumen, setelah melakukan transaksi pembelian.

3. Pengembang punya reputasi positif

Walau Anda hanya membeli rusunami dan apartemen murah bukan berarti jadi terkesan murahan dan asal-asalan. Dalam hal ini, wajib juga memerhatikan profil pengembang. Jangan terlalu cepat percaya pada pengembang yang meminta pelunasan uang muka tapi bangunan huniannya belum ada. Lebih baik cari pengembang yang sudah punya reputrasi baik.

Anda bisa menilainya melalui rekam jejak si pengembang. Pengembang dengan rekam jejak positif akan mempertahankan reputasinya dengan membangun dan merampungkan proyeknya sesuai komitmen. Sehingga kemudian proses serah terima kunci dapat berjalan sesuai dengan perjanjian dengan konsumen.

4. Lokasi hunian apartemen dan rusunami dekat sarana transportasi publik

Pilihan ini akan membuat Anda dapat mengurangi ongkos transportasi. Apartemen atau rusunami yang dekat dengan stasiun kereta, terminal bis, atau sarana transportasi terintegrasi merupakan cara jitu menghemat pengeluaran. Selain itu, jarak dan waktu tempuh relatif jadi lebih singkat ketimbang harus berkendara pribadi.

Ada banyak pengembangan apartemen murah dan rusunami yang berbasis transit oriented development (TOD). Konsep apartemen dan rusunami berbasis TOD ini diyakini akan menjadi tren pada tahun-tahun yang akan datang. Sebagai solusi untuk mencari hunian yang sesuai dengan kantong terbatas rasanya faktor ini juga perlu jadi perhatian Anda. (Foto: Istimewa)

source

Subsidi

PROGRAM SUBSIDI PEMERINTAH

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website

 Formulir

Daftar Program Nasional Rumah Murah Bersubsidi untuk Rakyat

Ini Syarat BPJS Bersedia Alokasikan 50% Dana untuk Perumahan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar ada lebih banyak dana kelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang dialokasikan ke pembangunan perumahan pekerja. Sebab, dana yang dialokasikan ke pembangunan perumahan hanya lima persen. BPJS Ketenagakerjaan pun siap untuk melaksanakannya.

“Kami bersedia kalau ada payung hukum,” kata Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Abdul Cholik, ketika dihubungi VIVA.co.id, di Jakarta, Kamis 4 Juni 2015.

Cholik mengatakan, pihaknya siap menjalankan permintaan Jokowi, tapi ada syaratnya. Mereka ingin agar ada payung hukum yang sesuai untuk melaksanakan alokasi 40 persen untuk perumahan pekerja.

“Kami bekerja atas dasar regulasi. Regulasi saat ini menyebutkan bahwa untuk properti, alokasi dananya lima persen. Alokasinya akan direvisi menjadi berapa persen, kami bersedia. Yang penting, regulasinya dulu,” kata dia.

Jokowi ingin merevisi aturan di mana lima persen dana kelola BPJS Ketenagakerjaan dialokasikan ke sektor perumahan pekerja. Dia ingin agar alokasi dananya meningkat hingga 50 persen. (ren)

sumber

Masyarakat Susah Beli Rumah, DP KPR Harus Segera Turun

Jakarta -Konsumsi masyarakat Indonesia mulai turun, terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat di kuartal I-2015. Harus ada kebijakan pemerintah untuk merangsang konsumsi.

Naiknya harga kebutuhan pokok membuat masyarakat mengurangi konsumsi, termasuk untuk pembelian rumah dan kendaraan bermotor yang semakin sulit akibat aturan uang muka alias down payment (DP) yang tinggi.

Bank Indonesia (BI) berniat menggenjot konsumsi dengan merevisi aturan Loan to Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Menurut Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, pelonggaran LTV ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sekarang lesu. Pelemahan ini sudah terjadi sejak tiga tahun lalu dan puncaknya pada kuartal I-2015 lalu.

“Konsumsi masyarakat turun, kemudian investasi berkurang, jadi mau tidak mau Bank Indonesia keluarkan kebijakan makro prudential untuk menahan pelemahan ini dan mendorong peningkatan konsumsi pada sektor properti dan pembelian kendaraan,” ujarnya kepada detikFinance, Jumat (22/5/2016).

Ia mengatakan, masyarakat tidak hanya kesulitan membeli rumah saja tapi juga mengurangi konsumsi di sektor, rotel, makanan dan minuman. Padahal, kata David, konsumsi di sektor ini biasanya tidak terlalu kena pengaruh.

“Ini ada penurunan di hampir semua sektor. Dari ritel, makanan dan minuman, properti dan hampir semuanya. Walaupun ekonomi turun, sektor tersebut biasanya masih normal, tapi sekarang sektorconsumer goods pun ikut turun karena saking lemahnya kondisi ekonomi saat ini,” ungkapnya.

Laporan kinerja perusahaan yang bergerak di sektor tersebut sudah memberikan bukti adanya perlambatan konsumsi.

“Ini sudah mengkhawatirkan, sudah kebablasan, makanya harus segera direm perlambatan ini dengan salah satunya pelonggaran LTV,” ujarnya.

 

sumber

Pasar properti bakal segera naik setelah 2015

Jakarta (ANTARA News) – Pasar properti yang sedang melambat pada awal 2015 ini diperkirakan bakal segera naik kembali setelah 2015, kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda.

“Dengan perkiraan titik terendah pasar properti 2015, maka posisi pasar properti telah dalam posisi paling rendah dan akan segera naik dalam waktu tertentu,” kata Ali Tranghanda dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Ali, sejak 2013 sebenarnya tanda-tanda perlambatan sudah terjadi akibat harga yang sudah terlalu tinggi dan pasar yang telah jenuh.

Sedangkan sepanjang 2014, ujar dia, tercatat terjadi penurunan penjualan perumahan sepanjang tahun sebesar minus 72 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Terkait dengan sejumlah pihak yang menyatakan bakal terjadi krisis, Ali mengungkapkan meski beberapa indikator ekonomi terjadi goncangan seperti anjloknya nilai mata uang rupiah namun secara fundamental seharusnya tidak akan terjadi krisis.

“Dari sisi pajak memang meresahkan dunia bisnis properti dengan pengenaan PPnBM dan pajak supermewah. Meskipun Indonesia Property Watch mengkritik aturan tersebut karena pemerintah tidak menggunakan batasan harga yang wajar, namun dengan kondisi ini justru pasar properti akan bergerak ke segmen menengah,” katanya.

Ia memprediksi bahwa meski pasar menengah atas masih dalam tekanan, namun pasar akan segera menyesuaikan diri dengan menyasar segmen menengah. Untuk itu, para pengembang menengah atas yang masih terdistorsi harus berubah atau bakal terkena risiko kehilangan pasar yang besar.

Dengan kondisi ini maka pasar properti dinilai akan terus mengalami proses keseimbangan pasar sampai paling lambat akhir 2015 atau awal 2016.

“Hanya pengembang yang dapat membaca pasar secara baik dan benar yang akan memenangkan persaingan pasar ke depan,” ucapnya.

Sebelumnya, Real Estat Indonesia (REI) mengharapkan iklim industri dan pembelian properti di Tanah Air kembali meningkat setelah mengalami perlambatan secara nasional pada 2014 yang merupakan imbas penyelenggaraan pemilu.

“Kami tentunya dengan acara ini ingin membangkitkan industri properti,” kata Ketua Umum REI Eddy Hussy dalam pembukaan REI Expo 2015 di Jakarta, Sabtu (2/5).

Menurut dia, iklim industri properti nasional pada 2014 lalu sempat melambat karena banyak yang menunda bertransaksi properti akibat dampak pemilu.

Untuk itu, lanjutnya, pada tahun 2015 ini, pihaknya ingin untuk membangkitkan lagi iklim industri properti karena memang kondisi sudah lebih baik.

REI Expo 2015 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), 2-10 Mei 2015 itu menghadirkan sebanyak 175 proyek properti yang tersebar di berbagai kota di Indonesia antara lain Jabodetabek hingga Balikpapan, Batam, dan Lombok. “Unit properti yang ditawarkan dari mulai ruko, apartemen, rumah, condotel, dan lain-lain. Harga mulai Rp120 juta,” kata Eddy Hussy.

Ia mengemukakan, pameran tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi bidang perumahan baik bagi masyarakat yang baru ingin mencari hunian tempat tinggal, maupun bagi mereka yang sedang mencari sarana investasi.

source

Rumah Murah Tak Akan Dilengkapi Parkiran Mobil

JAKARTA – Pemerintah akan membangun 1 juta rumah murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan papan ini. Namun, dikhawatirkan rumah murah ini malah dimiliki oleh mereka yang tidak berhak. Namun, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono punya cara untuk mengantisipasi hal ini.

“Salah satunya dengan tidak membangun area parkir mobil di dalam proyek Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) atau pun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dibangun pemerintah tersebut,” ucapnya ketika berbincang santai di Ruang Kerja Menteri PU dan Pera Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Dia menjelaskan, dalam pertemuan dengan Pak Wapres (Jusuf Kalla) memang sempat disinggung soal konsep jika rusunawa dibikin atau rusunami tidak dilengkapi dengan area parkir. “Ya sebagai gantinya akan disediakan transportasi khusus dari rusunami atau rusunawa ke tempat kerja,” tuturnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan buruh untuk lebih menghemat biaya adalah fasilitas transportasi umum. Menurutnya, bangunan tersebut hanya memiliki luas 24 meter persegi.

“Ada dua keuntungan pertama yakni menghindarkan orang kaya bermobil untuk mengisi hunian yang dibangun pemerintah tersebut sekaligus mengurangi beban pengeluaran buruh untuk transportasi, dan kedua karena orang yang lebih mampu dia pasti akan pindah dari rusunami atau rusunawa yang ukurannya hanya 24 meter persegi,” tuturnya.

sumber

Nasib Sektor Properti Kuncinya Ada di Jokowi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepastian. Kata ini yang sejatinya sangat dibutuhkan para pelaku bisnis dan industri properti Tanah Air. Terutama, kepastian dalam menetapkan peraturan atau regulasi baru, pasti dalam menjamin, dan menciptakan iklim bisnis yang kondusif, serta pasti dalam keseriusan mengejar target percepatan pembangunan infrastruktur.

“Para pelaku bisnis dan industri properti butuh kepastian. Kuncinya ada di Presiden Joko Widodo (Jokowi), bagaimana kemudian mampu menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Tidak mengombang-ambingkan pasar dalam ketidakpastian,” tutur Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, menyoal aktualitas bisnis dan industri properti yang tengah mengalami perlambatan, kepada Kompas.com, Selasa (5/5/2015).

Menurut Ferry, bisnis dan industri properti Indonesia masih prospektif. Kendati penjualan beberapa pengembang yang menyasar segmen pasar menengah ke bawah justru anjlok. Prospektif karena masih ada peluang yakni kebutuhan hunian yang belum terpenuhi setiap tahun secara maksimal. 

“Selain itu, pemerintah telah mengalokasikan dana dan memulai pembangunan infrastruktur dasar dengan daya pengaruh luar biasa. Dimulai dengan penyelesaian Tol Trans-Jawa, pengembangan Tol Trans-Sumatera, dan juga Tol Trans-Kalimantan,” tambah Ferry.

Pelaku usaha, kata Ferry, butuh kepastian percepatan infrastruktur, dan kepastian menerapkan regulasi baru seperti pengenaan perpajakan (PPN, PBB, NJOP, dan PPnBM) yang dapat menarik minat investor sehingga aksi ekspansinya terakomodasi.

Jadi, walaupun sektor properti secara umum lesu, namun investor asing masih akan melihat Indonesia sebagai peluang besar yang harus ditaklukkan. Indonesia, menurut Ferry, adalah kesempatan investor asing, dan juga lokal untuk mengambil alih properti-properti, dan lahan-lahan potensial untuk dikembangkan.

Saat ini, jika melihat tren ke depan, investor asing lebih tertarik mengakuisisi perkantoran, apartemen, fasilitas logistik, dan pergudangan modern. Jika pemerintah mampu menjadikan dua faktor utama tersebut di atas yakni infrastruktur dan kepastian regulasi, maka dana asing yang masuk pasar properti Indonesia akan lebih deras mengalir.

“Mencermati konstelasi saat ini, memang bagi pengembang adalah masa-masa sulit. Namun sebaliknya bagi investor merupakan peluang besar mendapatkan aset-aset bagus yang bakal melonjak harganya dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan,” tandas Ferry.

Adalah investor asing berbasis di Singapura, Keppel Land, yang masih memandang Indonesia sebagai peluang positif, dengan ceruk pasar besar. Populasi sebanyak 250 juta dijadikan sebagai motivasi utama mereka dalam menggenjot investasinya.

“Indonesia, terutama Jakarta adalah big market. Besar dalam jumlah populasi, besar dalam daya beli, besar dalam pertumbuhan ekonomi. Kami fokus melakukan kondolidasi di Indonesia, terutama Jakarta,” ungkap Presiden Direktur Keppel Land Indonesia, Sam Moon Thong.

Moon Thong melanjutkan, besarnya pasar properti Indonesia membuka peluang bagi perusahaannya untuk menanamkan investasi senilai Rp 2,6 triliun guna dimanfaatkan sebagai pengembangan baru.

Dana sebesar itu, dibutuhkan untuk mendanai proyek West Vista seluas 3 hektar, di Jl Lingkar Luar Barat, Duir Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Karena properti adalah investasi jangka menengah dan panjang, Keppel Land tidak mengharapkan keuntungan dalam waktu cepat. Saat ini, ucap Moon Thong, pasar memang sedang melambat, namun dia memandanganya justru merupakan momentum yang tepat untuk membangun.

“Kami membeli dan mengakuisisi lahan, membangunnya selama dua sampai tiga tahun, dan dalam masa lima tahun, kami akan mendulang penjualan sekaligus keuntungan. Karena di saat yang lain vakum, kami justru produktif membangun,” tandas Moon Thong.

Jokowi Prioritaskan Pembangunan Rumah Buruh dari Dana Tidur

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera bergerak cepat untuk menggunakan dana ‘tertidur’ di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaaan untuk menyejahterakan para buruh. Dana di BPJS Ketenagakerjaan ini mencapai Rp180 triliun, namun hanya 5 persen yang digunakan untuk investasi perumahan dan sisanya sebagai dana tertidur.

“Ini semuanya masih proses, saya berikan contoh tadi ada di BPJS Ketenagakerjaan itu kurang lebih Rp180-Rp187 triliun, itu kan gede banget. Ada aturan, ada regulasi hanya 5 persen, mau jadi apa? Terus sisanya didiamkan gitu? Enggak produktif namanya, yang akan baru kita proses agar uang itu bisa produktif untuk pekerja, buruh,” tegas Jokowi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Jokowi menjelaskan, dana ini akan digunakan untuk menyejahterakan para buruh. Dia menambahkan, jika dana ini digunakan untuk membangun perumahan, maka akan banyak sekali perumahan dibangun untuk buruh.

“Yang paling penting itu pertama pasti untuk perumahan, rumah murah, paling penting di situ. Bayangkan kalau nanti saya setujui misalnya 40 persen itu sudah Rp70 triliun, jadi berapa rumah? Banyak sekali,” ungkap Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengatakan dana tertidur tersebut juga dapat menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Pasalnya, fasilitas untuk buruh dan pekerja juga akan diperbaiki.

“Baik di kawasan industri maupun di luar kawasan juga akan kelihatan, dan beban buruh untuk masalah sewa rumah dan lain-lain akan lebih langsung kurang atau hilang,” tegasnya.

Jokowi mengakui, selama ini dana ‘tertidur’ tersebut tidak diketahui digunakan untuk apa. Namun, dirinya menargetkan rencana pengalihan dana ‘tertidur’ ke sektor produktif dapat terlaksana dengan cepat.

“Saya berbicara terus dengan pimpinan buruh dan pekerja untuk merumuskan itu, agar penggunaannya juga tepat sasaran sesuai aspirasi dari pekerja dan buruh,” ujarnya.

Jokowi pun mengingatkan, jika dana tertidur ini cair, maka harus diawasi secara benar penggunaannya. Jangan sampai disalahgunakan.

“Tapi memang penggunaan uang-uang seperti itu harus diawasi, harus dikontrol, jangan sampai ada yang seperti yang dulu-dulu. Kalau saya sebanyak-banyaknya (dana cair). Asal kontrolnya bagus, sebanyak-banyaknya. Tapi kan nanti diputuskan berdasarkan hitung-hitungan semuanya,” tukasnya.

sumber