Mau Ikut Program DP KPR 1%? Tunggu Tanggal 25 April

Jakarta -Kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin punya rumah dengan harga terjangkau. Mulai 25 April 2015, Bank BTN meluncurkan program uang muka (DP) KPR hanya 1% untuk rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) jenis tapak (landed house).

Sejak 1 Maret 2015, BTN juga telah melaksanakan program DP KPR hanya 1% bagi penerima KPR subsidi untuk jenis rumah susun sederhana milik (Rusunami).

“Tahap pertama untuk yang rusunami (Rumah susun sederhana milik) sudah mulai 1 Maret. Nanti tanggal 25 April akan kita luncurkan untuk yang rumah tapak,” kata Direktur Mortgage and Consumer Landing BTN Mansyur S Nasution ‎ di BTN Housing Finance Center, Jakarta, Senin (20/4/2015).

Harga rumah murah dalam program subsidi KPR FLPP yang ditentukan pemerintah berkisar Rp 100-175 juta. Artinya, dengan fasilitas uang muka 1% maka pemohon KPR subsidi hanya mengeluarkan uang muka sebesar Rp 1-1,75 juta.

Adapun syarat penerima KPR FLPP ini masih sama dengan aturan sebelumnya yakni pekerja formal yang bergaji di bawah Rp 4 juta bagi yang akan membeli rumah tapak, dan pekerja formal yang bergaji di bawah Rp 7 juta/bulan untuk yang akan membeli rusun, dalam skema FLPP.

“Masih sama. Hanya besaran DP-nya yang sudah bisa turun sampai 1%,” katanya.

Mansyur menambahkan, untuk mendapatkan fasilitas ini, calon penerima program DP 1% ini harus memenuhi syarat dari BTN dan ketentuan umum program KPR FLPP.

Ketentuan tersebut diantaranya harus warga negara Indonesia alias WNI yang berdomisili di Indonesia dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.

Pemohon haruslah belum pernah memiliki rumah sendiri seblumnya dan belum pernah menerima subsidi apapun untuk pemilikan rumah dari pemerintah. Telah bekerja di perusahaan formal minimal 1 tahun dan punya NPWP dan SPT Tahun PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku‎

“Ini sebenarnya program lama untuk KPR FLPP. Tapi waktu itu syarat minimal DP dipersyaratkan 5%. Kalau sekarang kita turunkan jadi 1%. Bedanya itu saja. Kalau dari persyaratan sama,” katanya.

sumber : link

Leave a Reply